Minggu, 20 Januari 2013

Sejarah Scanner

Scanner adalah salah satu peripheral komputer yang cukup banyak digunakan di berbagai instansi misalnya perkantoran, sekolah, laboratorium, kantor pemerintah, dan instansi lainnya baik pemerintah maupun swasta. Beberapa pekerjaan dapat kita lakukan dengan menggunakan scanner yang dalam Indonesia dapat disebut sebagai alat pemindai.alat ini cukup mudah digunakan dan praktis sehingga memudahkan kita dalam melakukan pekerjaan. Apa sebenarnya yang disebut dengan scanner, bagaimana cara dan apa saja jenisnya ? melalui tulisan ini saya ingin menyampaikan berbagai informasi mengenai scanner.
A. Apa Scanner Itu?
Suatu alat elektronik yang fungsinya mirip dengan mesin fotokopi. Mesin fotocopy hasilnya dapat langsung dilihat pada kertas sedangkan scanner hasilnya ditampilkan pada layar monitor komputer dahulu kemudian baru dapat diubah dan dimodifikasi sehingga tampilan dan hasilnya menjadi bagus yang kemudian dapat disimpan sebagai file text, dokumen dan gambar. Scanner merupakan suatu alat yang digunakan untuk memindai suatu bentuk maupun sifat benda, seperti dokumen, foto, gelombang, suhu, digunakan untuk mengambil citra cetakan (gambar, foto, tulisan) untuk diolah atau ditampilkan melalui komputer. Hasil pemindaian itu pada umumnya akan ditransformasikan komputer sebagai data digital Data yang telah diambil dengan scanner itu , bisa dimasukkan secara langsung ke semua aplikasi computer computer yang mengenali teks ASCII. Perbedaan tiap scanner dari berbagai merk terletak pada pemakaian teknologi dan resolusinya. Pemakaian teknologi misalnya penggunaan tombol-tombol digital dan teknik pencahayaan.
B. Sejarah Scanner
Sejarah perkembangan scanner berawal pada tahun 1975, ketika Ray Kurzweil dan timnya menciptakan Kurzweil Reading Machine beserta software Omni-Font OCR (Optical Character Recognation) Technology. Software ini berfungsi mengenali teks yang ada dalam objek yang discan dan menerjemahkannya menjadi data dalam bentuk teks.
Dari awal perkembangan itulah teknologi scanner berawal dan akhirnya terus berkembang sampai saat ini dengan teknologi yang semakin lama semakin maju. Kini scanner sudah dapat digunakan untuk menscan objek tiga dimensi dan film negatif.
Bentuk dan ukuran scanner bermacam-macam, ada yang besarnya seukuran dengan kertas folio ada juga yang seukuran postcard, bahkan yang terbaru, berbentuk pena yang baru diluncurkan oleh perusahaan WizCom Technologies Inc. Scanner berukuran pena tersebut bisa menyimpan hingga 1.000 halaman teks cetak dan kemudian mentransfernya ke sebuah komputer pribadi (PC). Scanner berukuran pena tersebut dinamakan Quicklink. Pena scanner itu berukuran panjang enam inci dan beratnya sekitar tiga ons. Scanner tersebut dapat melakukan pekerjaannya secara acak lebih cepat dari scanner yang berbentuk datar.
Data yang telah diambil dengan scanner itu, bisa dimasukkan secara langsung ke semua aplikasi komputer yang mengenali teks ASCII.
Pada saat ini, scanner sudah semakin berkembang dengan pesat. Banyak sekali scanner yang beredar di dunia dengan berbagai merk, diantaranya scanner keluaran dari Canon, Hewlett Packard ( HP ), EPSON, UMAX , Panasonic, Samsung, Fujitsu, Lexmark dan masih banyak lagi brand scanner yang lainnya yang semakin berkembang dengan pesat seiring penemuan baru teknologi scanner.
Penemuan scanner sangat terkait dengan perkembangan teknologi photography,fotokopi dan optical machine. Penemu scanner adalah Robert S. Ledley  lahir di Newyork, Amerika Serikat pada tahun 1926. Hingga akhirnya pada tahun 1943 lahirlah CT Scanner yang mampu memindai seluruh tubuh dari ujung rambut hingga ujung kaki. Mesin temuannya itu di namakan Automatic Computerized Transverse Axial (ACTA).Demikian sejarah singkat penemuan scanner dan perkembangan scanner dari awal penemuannya sampai sekarang scnner baru dengan teknologi berbeda dan canngih telah ditemukan dan dikembangkan di dunia oleh berbagai Company seperti yang disebutkan di atas.
C. Macam – Macam Scanner
Bentuk dan ukuran scanner bermacam-macam, ada yang besarnya seukuran dengan kertas folio ada juga yang seukuran postcard, bahkan yang terbaru, berbentuk pena yang baru diluncurkan oleh perusahaan WizCom Technologies Inc. Scanner berukuran pena tersebut bisa menyimpan hingga 1.000 halaman teks cetak dan kemudian mentransfernya ke sebuah komputer pribadi (PC). Scanner berukuran pena tersebut dinamakan Quicklink. Pena scanner itu berukuran panjang enam inci dan beratnya sekitar tiga ons. Scanner tersebut dapat melakukan pekerjaannya secara acak lebih cepat dari scanner yang berbentuk datar. Data yang telah diambil dengan scanner itu, bisa dimasukkan secara langsung ke semua aplikasi komputer yang mengenali teks ASCII. Pada saat ini banyak sekali scanner yang beredar di dunia dengan berbagai merk pula, diantaranya scanner keluaran dari Canon, Hewlett Packard ( HP ), EPSON, UMAX dan masih banyak lagi.
Perbedaan tiap scanner dari berbagai merk terletak pada pemakaian teknologi dan resolusinya. Pemakaian teknologi misalnya penggunaan tombol-tombol digital dan teknik pencahayaan. Terdapat beberapa jenis pemindai bergantung pada kegunaan dan cara kerjanya, antara lain:
Di antara jenis-jenis pemindai tersebut, pemindai gambar adalah yang paling sering disebut sebagai pemindai. Bila dikelompokkan berdasarkan cara memasukkan kertas, pemindai gambar terdiri atas 2 jenis yaitu:
  1. Flat Bed Scanner
    Pada pemindai gambar Flatbed, kertas diletakkan di atas kaca pemindai, kemudian lampu dan sensor pemindai akan bergerak menyusuri kertas tersebut untuk memperoleh gambarnya.obyek yang akan di scan diletakkan diantara lensa/sensor dan cover. Biasanya banyak digunakan di perkantoran dan instansi.
  2. Automatic Document Feeder (ADF)
    Pada pemindai Automatic Document Feeder (ADF), kertas diletakkan pada baki/tray, lalu satu per satu kertas akan dimasukkan oleh bagian mekanik pemindai dengan adanya pad assy dan roller. Pada saat kertas bergerak di atas lampu pemindai, sensor pemindai bekerja untuk memperoleh gambar yang merepresentasikan kertas tersebut. Keunggulan pemindai Automatic Document Feeder (ADF) adalah:
• Kecepatannya tinggi, dapat mencapai > 10.000 lembar per jam
• Dapat membaca dua sisi kertas sekaligus pada saat yang bersamaan
• Dengan imprinter, pemindai dapat memberikan tanda pada lembaran yang telah dipindai
• Sangat tepat dipasangkan dengan perangkat lunak berteknologi Digital Mark Reader serta untuk pengarsipan dan manajemen dokumen
Berdasarkan cara penggunaan scanner terdiri dari 2 jenis yaitu:
a. Hand Held scanner
Scanner yang pemakainanya menggunakan tangan untuk menggerakkan scanner yang nantinya akan menscan object yang akan di scan. Scanner jenis ini banyak digunakan padasupermarket, mall, minimarket, dan tempat lainnya yang digunakan untuk menscan harga barang dan menscan barkode.
b. Flat bed Scanner
Scanner yang penggunaannya dengan cara meletakkan objek yang akan discan diantara lensa sensor dan cover dan biasanya banyak dipakai di perkantoran untuk menscan dokumen, teks, image, photo, dan dokumen lainnya.

g. Scanner
Scanner adalah sebuah alat yang dapat berfungsi untuk meng-copy atau menyalin gambar atau teks yang kemudian disimpan ke dalam memori komputer. Dari memori komputer selanjutnya, disimpan dalam harddisk ataupun floppy disk. Fungsi scanner ini mirip seperti mesin fotocopy, perbedaannya adalah mesin fotocopy hasilnya dapat dilihat pada kertas sedangkan scanner hasilnya dapat ditampilkan melalui monitor terlebih dahulu sehingga kita dapat melakukan perbaikan atau modifikasi dan kemudian dapat disimpan kembali baik dalam bentuk file text maupun file gambar. Selain scanner untuk gambar terdapat pula scan yang biasa digunakan untuk mendeteksi lembar jawaban komputer. Scanner yang biasa digunakan untuk melakukan scan lembar jawaban komputer adalah SCAN IR yang biasa digunakan untuk LJK (Lembar Jawaban Komputer) pada ulangan umum dan Ujian Nasional. Scan jenis ini terdiri dari lampu sensor yang disebut Optik, yang dapat mengenali jenis pensil 2B. Scanner yang beredar di pasaran adalah scanner untuk meng-copy gambar atau photo dan biasanya juga dilengkapi dengan fasilitas OCR (Optical Character Recognition) untuk mengcopy atau menyalin objek dalam bentuk teks.

Gambar Scanner
Saat ini telah dikembangkan scanner dengan teknologi DMR (Digital Mark Reader), dengan sistem kerja mirip seperti mesin scanner untuk koreksi lembar jawaban komputer, biodata dan formulir seperti formulir untuk pilihan sekolah. Dengan DMR lembar jawaban tidak harus dijawab menggunaan pensil 2 B, tapi dapat menggunakan alat tulis lainnya seperti pulpen dan spidol serta dapat menggunakan kertas biasa.

Scanner adalah peralatan elektronik yang berfungsi hampir menyamai dengan mesin fotokopi. Mesin fotocopy hasilnya dapat langsung dilihat pada kertas sedangkan scanner hasilnya ditampilkan pada layar monitor komputer dahulu kemudian baru dapat dirubah dan dimodifikasi sehingga tampilan dan hasilnya menjadi bagus yang kemudian dapat disimpan sebagai file text, dokumen dan gambar.
Perkembangan scanner berawal pada tahun 1975, ketika Ray Kurzweil dan timnya menciptakan Kurzweil Reading Machine beserta software Omni-Font OCR (Optical Character Recognation) Technology. Software ini berfungsi mengenali teks yang ada dalam objek scan dan menerjemahkannya menjadi data teks.
Dari situlah, teknologi scanner berawal dan terus berkembang sampai saat ini. Dan kini, scanner sudah dapat digunakan untuk men-scan objek tiga dimensi dan film negatif.
Bentuk dan ukuran scanner bermacam-macam, ada yang besarnya seukuran dengan kertas folio ada juga yang seukuran postcard, bahkan yang terbaru, berbentuk pena yang baru diluncurkan oleh perusahaan WizCom Technologies Inc. Scanner berukuran pena tersebut bisa menyimpan hingga 1.000 halaman teks cetak dan kemudian mentransfernya ke sebuah komputer pribadi (PC). Scanner berukuran pena tersebut dinamakan Quicklink. Pena scanner itu berukuran panjang enam inci dan beratnya sekitar tiga ons. Scanner tersebut menurut WizCom dapat melakukan pekerjaannya secara acak lebih cepat dari scanner yang berbentuk datar.
Data yang telah diambil dengan scanner itu, bisa dimasukkan secara langsung ke semua aplikasi komputer yang mengenali teks ASCII.
Pada saat ini banyak sekali scanner yang beredar di dunia dengan berbagai merk, Di antaranya scanner keluaran dari Canon, Hewlett Packard ( HP ), EPSON, UMAX dan masih banyak lagi.
Perbedaan tiap scanner dari berbagai merk terletak pada pemakaian teknologi dan resolusinya. Pemakaian teknologi misalnya penggunaan tombol-tombol digital dan teknik pencahayaan.

Komponen – komponen Utama Scanner dari scanner adalah :

1.Charge-coupled device (CCD) array kumpulan dioda kecil yang mempunyai sensitifitas terhadap cahaya. Yang mengubah cahaya photon ke electron (tenaga elektrikal) berfungsi sebagai sensor.
2. Stepper motor
3. Stabilizer bar
4.Mirrors
5.Scan head
6.Glass plate
7.Lamp
8.Lens
9.Cover
10Filters
11Belt
12Power supply
13Interface port(s)
14Control circuitry

Komponen inti dari scanner adalah CCD. Perangkat ini dalam konsep teknologi adalah penangkap gambar atau citra. CCD terdiri dari diode yang peka cahaya yang mengubah photon (cahaya) menjadi electron (muatan listrik). Diode-diode ini disebut dengan photosites. Pada nutshell tiap photosites sensitive pada cahaya—makin terang cahaya yang menerpa photosites, makin besar muatan listrik yang terkumpul dalam site.

Berkas cahaya menerpa photosite dan menciptakan electron.

Gambar dari dokumen yang discan mencapai CCD melalui serangkaian cermin, filter dan lensa. Konfigurasi secara tepat dari komponen ini tergantung pada model scanner, tetapi pada dasarnya sama saja.

CARA BEKERJA SCANNER

1. Setelah dokumen diletakkan dan menekan tombol mouse untuk memulai scanning maka komputer menggerakkan pengendali kecepatan pada mesin scanner. Mesin yang terletak dalam scanner tersebut mengendalikan proses pengiriman ke unit scanning. scanner telah diinstruksikan untuk memulai scanner dengan menggerakkan motor penggerak secara perlahan melintasi dokumen, yang terjadi adalah :
Penekanan tombol mouse dari

2.Saat kepala scannere bergerak, lampu akan hidup dan cahayanya memantulkan pola/gambar yang didokumen ke kaca / cermin.
3. Kaca/cermin terakhir akan memantulkan pola/gambar yang diterima ke lensa.
4. Kemudian lensa akan meneruskannya ke CCD array (Sensor)
Cara kerja Scanner :
Kemudian unit scanning menempatkan proses pengiiman ke tempat atau jalur yang sesuai untuk langsung memulai scanning.
Nyala lampu yang terlihat pada Scanner menandakan bahwa kegiatan scanning sudah mulai dilakukan.
Setelah nyala lampu sudah tidak ada, berarti proses scan sudah selesai dan hasilnya dapat dilihat pada layar monitor.
Apabila hasil atau tampilan teks / gambar ingin dirubah, kita dapat merubahnya dengan menggunakan software-software aplikasi yang ada. Misalnya dengan photoshop, Adobe dan lain- lain. pot scanned.
Ada dua macam perbedaan scanner dalam memeriksa gambar yang berwarna yaitu :
Scanner yang hanya bisa satu kali meng-scan warna dan menyimpan semua warna pada saat itu saja.
Scanner yang langsung bisa tiga kali digunakan untuk menyimpan beberapa warna. Warna-warna tersebut adalah merah, hijau dan biru.
Scaner yang disebut pertama lebih cepat dibandingkan dengan yang kedua, tetapi menjadi kurang bagus jika digunakan untuk reproduksi warna. Kebanyakan scanner dijalankan pada 1-bit (binary digit / angka biner), 8-bit (256 warna), dan 24 bit (lebih dari 16 juta warna). Nah, bila kita membutuhkan hasil yang sangat baik maka dianjurtkan menggunakan scanner dengan bit yang besar agar resolusi warna lebih banyak dan bagus.
Alat Bantu Pemindai
Bentuk dan ukuran scanner bermacam-macam, ada yang besarnya seukuran dengan kertas folio ada juga yang seukuran postcard, bahkan yang terbaru, berbentuk pena yang baru diluncurkan oleh perusahaan WizCom Technologies Inc. Scanner berukuran pena tersebut bisa menyimpan hingga 1.000 halaman teks cetak dan kemudian mentransfernya ke sebuah komputer pribadi (PC). Scanner berukuran pena tersebut dinamakan Quicklink. Pena scanner itu berukuran panjang enam inci dan beratnya sekitar tiga ons. Scanner tersebut menurut WizCom dapat melakukan pekerjaannya secara acak lebih cepat dari scanner yang berbentuk datar.
Data yang telah diambil dengan scanner itu, bisa dimasukkan secara langsung ke semua aplikasi komputer yang mengenali teks ASCII.
Pada saat ini banyak sekali scanner yang beredar di dunia dengan berbagai merk pula, Di antaranya scanner keluaran dari Canon, Hewlett Packard (HP), EPSON, UMAX dan masih banyak lagi.

Perbedaan tiap scanner dari berbagai merk terletak pada pemakaian teknologi dan resolusinya. Pemakaian teknologi misalnya penggunaan tombol-tombol digital dan teknik pencahayaan.

Ada juga scanner sheet-fed yang mirip flatbed, bedanya pada sheet-fed dokumen yang di-scan bergerak sementara scan head-nya diam. Sheet-fed scanner mirip dengan printer portable.

Handheld scanners menggunakan teknologi dasar yang sama dengan flatbed scanner, tetapi tergantung pada user untuk menggerakkan sebagai ganti dari belt yang digerakkan motor. Scanner jenis ini mutu gambarnya jelek, tetapi cukup berguna untuk teks.
Drum scanners digunakan oleh industri percetakan untuk menghasilkan gambar yang sangat detil. Teknologi yang dipakai adalah photomultiplier tube (PMT). Pada PMT, dokumen yang di-scan dipasang pada gelas silinder. Pada bagian tengah silinder ada sensor yang memecah cahaya yang dipantulkan dari dokumen menjadi tiga berkas cahaya. Tiap berkas kemudian di kirim ke sensor warna pada tabung photomultiplier tube dan pada tempat itu berkas cahaya diubah menjadi sinyal elektrik

Anatomi Scanner
Proses scanning.
Beginilah langkah-langkah scanner saat melakukan scan dokumen:
• Dokumen diletakkan pada plat gelas dan cover-nya ditutup. Di dalam cover pada umumnya dalah warna putih meskipun ada beberapa yang hitam. Cover menyediakan latar-belakang (back ground) yang seragam yang oleh software scanner dapat digunakan sebagai referensi untuk menentukan ukuran dokumen yang di-scan. Pada scanner flatbed dimungkinkan covernya dicopot agar bisa dipakai untuk men-scan obyek semisal buku tebal.
• Lampu digunakan untuk menerangi obyek. Pada scanner model baru lampu yang digunakan ialah cold cathode fluorescent lamp (CCFL) atau lampu xenon sementara pada model yang kuno fluorescent lamp.
• Keseluruhan mekanismenya (cermin, lensa, filter dan CCD) disebut scan head. Scan head bergerak perlahan pada obyek yang di-scan dengan belt yang dipasang pada motor stepper.

Alat Bantu Pemindai
Mengenal lebih dalam Scanner & Cara Kerjanya (2)

Gambar dari dokumen dipantulkan cermin bersudut ke cermin lainnya. Pada beberapa scanner, hanya ada dua cermin sementara yang lain menggunakan tiga cermin. Tiap cermin secara perlahan dibelokkan untuk mefokuskan gambar pada permukaan yang lebih kecil.
• Cermin terakhir merefleksikan gambar pada lensa. Lensa memfokuskan melalui filter pada CCD.

Filter dan lensa disusun sangat bervariasi tergantung pada scanner. Beberapa scanner menggunakan metode tiga kali pass. Tiap pass menggunakan filter warna berbeda (merah, hijau atau biru) antara lensa dan CCD. Setelah tiga pass lengkap, software pada scanner mengatur gambar yang melalui tiga filter menjadi satu warna saja.

Namun kebanyak scanner saat ini hanya menggunakan single pass. Lensa memecah gambar menjadi tiga versi yang lebih kecil disbanding aslinya. Tiap versi yang lebih kecil melewati filter warna (merah, hijau atau biru) pada diskret seksi dari CCD. Scanner kemudian mengombinasikan data dari tiga tiga bagian dari CCD menjadi satu warna.

Ada juga teknologi yang lebih murah pada scanner flatbad yaitu yaitu contact image sensor (CIS). CIS mengganti CCD, cermin, filter, lampu dan lensa dengan serangkaian diode warna merah, hijau dan biru. Mekanisme sensor gambar, mengandung 300-600 sensor spanning lebar area scan yang diletakkan sangat dekat dengan plat gelas.

Saat gambar di-scan, LED akan menggabungkan menjadi cahaya putih. Gamabar yang teriluminasi kemudian akan ditangkap oleh barisan sensor. Meski lebih murah, tipis dan ringan namun kualitasnya tak bisa menyamai scanner CCD.

Resolusi Scanner
Scanner sangat resolusi dan ketajamannya sangat bervariasi. Kebanyakan flatbed scanner memiliki resolusi 300x300 dots per inchi (dpi). DPI scanner ditentukan dari jumlah sensor pada sumbu x (horizontal) dari CCD atau CIS dengan presisi dari motor stepper (sumbu y).

Sebagai contoh, jika resolusi 300x300 dpi dan scanner mampu men-scan dokumen seukuran kertas surat, maka CCD memiliki 2.550 sensor yang disusun secara horizontal. Single pass scanner akan memiliki tiga baris, sehingga total akan ada 7.650 sensor. Stepper motor dalam hal ini bergerak 1/300 inchi. Demikian juga jika scanner punya 600x300 dpi maka sesnor pada horizontal akan ada 5.100.

Umumnya scanner memiliki area scan 8,5x11 inchi, 21,6x27,9 centimeter atau legal size 11x14 inchi, 27,9x35,6 centimeters).

Ketajaman bergantung pada kulitas optik yang digunakan lensa dan terangnya sumber cahaya. Lampu xenon yang sangat terang dan lensa yang berkualitas akan menciptakan hasil scan yang lebih bersih dan lebih tajam dibanding lampu fluorescent dan lensa standar.

Ada scanner yang mengklaim resolusi 4.800x4.800 or bahkan 9.600x9.600. Untuk mencapai klaim itu maka diperlukan sensor CCD 81.6000 yang bisa dipenuhi melalui pengayaan software (enhanced software), resolusi interpolasi atau proses lain yang serupa.

Interpolasi adalah proses scanning yang menggunakan software untuk meningkatkan resolusi. Ekstra piksel merupakan piksel berdekatan. Contoh, jika resolusi hardware 300x300 dan resolusi interpolasi 600x300, maka software menambahkan satu piksel antara tiap yang di-scan dengan sesnor CCD tiap baris.

Istilah lain yang sering dipakai dalam dunia scanner adalah bit depth atau bisa juga disebut dengan color depth. Istilah ini menunjukkan jumlah warna yang bisa diproduksi scanner. Tiap piksel membutuhkan 24 bit untuk menciptakan true color standar dan secara virtual semua scanner di pasaran mendukung. Namun ada juga yang menawarkan 30 atau 36 bit meskipun pada outputnya hanya 24 bit, namun dalam prosesnya lebih banyak pilihan sehingga diharapakan hasilnya lebih baik. Namun pada ahli masih berbeda pendapat soal 24, 30 dan 36 bit ini.

Mengenal lebih dalam Scanner & Cara Kerjanya (3)
Transfer Gambar
Melakukan scanning dokumen adalah salah satu bagian proses. Agar berguna hasil scan harus ditransfer ke komputer. Ada tiga koneksi yang biasa dipakai scanner:
- Parallel. Menghubungkan melalui port paralel merupakan cara terlambat.
- Small Computer System Interface (SCSI). SCSI memerlukan koneksi khusus seperti card SCSI yang harus dimasukkan komputer dan dihubungkan ke scanner, tetapi bisa digunakan SCSI kontrol standar.
- Universal Serial Bus (USB). USB scanners menggabungkan kecepatan, kemudahan penggunaan dan kemampuan memberi pada paket tunggal.
- FireWire. Biasa dipakai pada scanner higher-end scanners. Koneksi fireWire lebih cepat dibanding USB dan SCSI. Firewire ideal untuk scanning resolusi tinggi.

Pada komputer anda, dibutuhkan software, biasa disebut driver, dengan begitu komputer tahu cara berkomunikasi dengan scanner. Kebanyakan scanner menggunakan bahasa standart, TWAIN. TWAIN driver berperan sebagai penerjemah antar aplikasi-aplikasi yang mensupport standar TWAIN dan scanner. Ini Berarti Aplikasi tidak perlu mengetahui secara detail tentang scanner untuk bisa mengaksesnya. Sebagai contoh anda dapat memilih menscan gambar dari scanner menggunakan Adobe Photoshop karena Photoshop mensupport standart TWAIN.

Untuk tambahan driver, kebanyakan scanner dikemas bersama software lainnya. Biasanya sofware keperluan scanner dan juga termasuk beberapa aplikasi pengolah gambar. Banyak juga pada paket scanner memasukkan software OCR. Dengan OCR memungkinkan anda untuk dapat menscan tulisan pada dokumen kemudian merubahnya menjadi teks yang bisa diedit dikomputer. Proses ini biasa digunakan untuk menentukan bentuk dari karakter yang mempunyai kesamaan dengan huruf atau angka yang benar.

Hal yang paling hebat tentang teknologi scanner masa kini adalah anda dapat mendapatkannya sesuai dengan kebutuhan anda. Anda bisa mendapatkan scanner yang baik dengan software yang bagus kurang dari Rp. 600.000, atau mendapatkan scanner yang fantastik dan sofware yang luar biasa dengan harga kurang dari Rp. 1 juta. Semua ini tergantung dengan kebutuhan dan budget anda.

TWAIN bukan lah sebuah singkatan kata. Itu sebenarnya datang dari ungkapan “Never twain shall meet” karena sang pengemudi adalah tujuan-antara software dan scanner. Karena masyarakat komputer merasa memerlukan singkatan yang tidak berhubungan. TWAIN juga dikenal sebagai Teknologi tanpa nama yang menarik!.

Artikel mengenai komputer dan teknologinya diambil dari beberapa media cetak dan digital

Jika ditinjau dari jenisnya, scanner dapat digolongkan menjadi tiga, scanner foto, flatbed, dan sheet-fed. Dari ketiga jenis scanner tersebut, jenis flatbed-lah yang paling populer saat ini.

Scanner foto berfungsi memindai film negatif menjadi sebuah file gambar beresolusi tinggi yang siap cetak. Sedang jenis flatbed yang merupakan type scanner tradisional memiliki bentuk mirip sebuah mesin fotokopi, dengan lempengan kaca dan head plus lampu yang bergerak dari ujung yang satu ke ujung yang lain, saat proses scanning berjalan.

Kelebihan scanner jenis ini selain mudah digunakan, juga ukuran yang tepat dan resolusi tinggi. Sedangkan kelemahannya, kaca yang mudah kotor bakal mempengaruhi hasil scan, dan bentuknya memakan ruang.

Pada scanner jenis sheet-fed, untuk melakukan scanning, Anda tinggal menyodorkan kertas yang akan di-scan ke salah satu ujung scanner, dan roda mekanik akan menarik kertas melewati bagian bawah scanning head.

Bentuknya yang kecil memudahkan penggunanya untuk membawa dan memanfaatkannya. Kekurangan scanner jenis ini adalah tidak dapat men-scan kertas berukuran kecil seperti pas foto, atau guntingan artikel koran. Di samping itu, scanner model ini tidak dapat men-scan benda tiga dimensi. (Komputer Aktif, 43)

JOGJA: Sebagai peranti yang terus mengalami perkembangan, scanner kini kian menyusut
bentuknya. Komponen scanner juga dikonsep menjadi all in one, hingga kualitasnya terkesan
tidak bagus.
Artinya, scanner itu lebih difokuskan pada pembuatan duplikat dibanding mendigitalisasi
memori foto berharga Anda. Akhirnya, tak hanya lemah dalam kinerja, sebagian besar scanner
juga kurang terutama dalam media transparan seperti slide dan film.
Nah, jika Anda mencari scanner foto berkualitas, Epson’s Perfection V300 Photo bisa jadi solusi
bagus. Scanner yang termasuk murah ini bisa melakukan tugas dengan baik untuk slide dan
film berukuran 35 mm dengan resolusi di atas 4.800 dpi pada 48 bits, dan bisa dihubungkan
dengan PC melalui koneksi USB 2.0 yang memiliki 4 panel shortcut, yakni email, PDF, printer,
atau file.
Fasilitasnya sudah termasuk Epson Scan software yang mudah digunakan, menawarkan
berbagai moda yang berbeda, dari full-auto ke advanced, tergantung perhitungan pengaturan.
Software itu mencakup instrumen yang otomatis memperbaiki warna foto yang buram atau
pudar. Untuk membuktikan itu, bisa dilakukan tes dengan menggunakan Photoshop CS3.
Dari tes yang dilakukan Mac World dengan Mac Pro 2.66GHz running OS X 10.5.4, scanner ini
menunjukkan kinerja yang bagus. V300 ini mampu melahap tes 48 bit dengan waktu lebih
sedikit dibanding peranti multifungsi yang menggunakan scan 16 bit. Scanner ini tak butuh
waktu pemanasan lama, sehingga cukup bagus.
Begitu juga dalam evaluasi kualitas foto, rating foto yang dihasilkan scanner cukup tinggi,
karena mampu menunjukkan kontras warna secara akurat dan detail. Scan foto untuk tes
resolusi grayscale menunjukkan bahwa V300 juga mampu menangkap detail garis dengan
detail.
Meski scan transparan dibatasi hanya 35mm slide atau satu filmstrip satu jam, scanner ini juga
dapat menghasilkan gambar dalam kualitas yang bagus dan software-nya memiliki semacam
instrumen yang berfungsi menghilangkan debu dan kotoran pada film.

0 komentar:

Poskan Komentar


Mohon perhatian berkomentarlah dengan baik tidak menggunakan bahasa yang kasar dan sara dan dilarang melecehkan orang lain

Terima Kasih

 

Site Info

Flag Counter

About Me

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Fans Page

About